Rabu, 23 Januari 2013

SEJARAH ANGLING DHARMA

                















     Sejarah ANGLING DHARMA             

JEJAK SEJARAH ANGLING DARMA YANG TERLUPAKAN
Karya Tulis dalam Rangka Lomba Penulisan Sejarah De
sa atau Kelurahan di
Wilayah Kabupaten Blitar
Oleh :
LUQVI HANDAYANI, S.Ip 
 
 
ii
JEJAK SEJARAH ANGLING DARMA YANG TERLUPAKAN
Karya Tulis dalam Rangka Lomba Penulisan Sejarah De
sa atau Kelurahan di
Wilayah Kabupaten Blitar
Oleh :
LUQVI HANDAYANI, S.Ip
iii
LEMBAR PENGESAHAN
Karya Tulis berjudul :
“ JEJAK SEJARAH ANGLING DARMA YANG
TERLUPAKAN”
Ditulis Oleh : LUQVI HANDAYANI, S.Ip
Wonodadi, 27 Juni 2011
Disahkah Oleh :
CAMAT WONODADI
SAMSUL MA’ARIF.S.H,M.Si
Pembina Tk I
NIP 19610710 198903 1 010
KEPALA DESA WONODADI
PURNAMA,B.A
 
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejarah bukanlah hal yang asing di telinga masyarak
at kita. Namun
seperti kata pepatah “ Semut di seberang lautan tam
pak, namun gajah di
pelupuk mata tiada kelihatan”. Kadang peribahasa te
rsebut berlaku pada
sebagian masyarakat kita. Sebagai contoh, masyaraka
t akan lebih mudah
untuk menceritakan sejarah yang berkaitan dengan Ko
ta Bandung, akan tetapi
jika diminta untuk menceritakan asal mula dari desa
nya yang menjadi tumpah
darahnya belum tentu 10 porsen dari jumlah penduduk
di desa yang
bersangkutan dapat menerangkan secara terperinci da
n kronologis.Jadi
wajarlah kalau Bapak Ir .Soekarno (bapak proklamato
r, mantan presiden RI
yang pertama) pernah melontarkan “Jasmerah” (jangan
sekali-kali melupakan
sejarah).
Begitu banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dari
pembelajaran
sejarah, maka pengetahuan sejarah ini menjadi sanga
t penting dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak ada masyar
akat di dunia ini yang
tidak mengenal sejarah, walaupun tidak semuanya men
getahui bagaimana
kehidupan bangsa atau masyarakat terdahulunya.
Berkaitan dengan hal ini, khusus untuk wilayah Desa
Wonodadi,adalah wajar jika saja masyarakat sekarang
tidak banyak tahu
tentang sejarah desanya, terutama yang berkaitan de
ngan asal mula terjadinya
desa Wonodadi. Hal ini dikarenakan masyarakat terda
hulu tidak
meninggalkan bukti-bukti yang berupa peninggalan te
rtulis. Seperti halnya
situs Angling Dharma yang ada di desa ini.
Jika dilihat dari nama situs tersebut, tentu saja s
angatlah familiar di
telinga masyarakat umum, namun didalamnya terkandun
g banyak pertanyaan
yang bisa jadi sangat susah untuk dicari jawabannya
. Walaupun begitu tidak
ada salahnya jika ada sebagian masyarakat yang terg
erak untuk mencari tahu
2
jejak sejarah dari hal-hal yang berkaitan dengan An
gling Dharma tersebut,
baik peninggalan yang berupa benda maupun yang beru
pa cerita lisan.
Nama Prabu Angling Dharma begitu popular di benak w
arga
masyarakat karena kisahnya pernah diangkat ke dalam
cerita kolosal di
sebuah televisi swasta nasional. Namun apakah Prabu
Angling Dharma yang
dimaksud ada hubungannya dengan peninggalan yang ad
a di Desa Wonodadi,
atau hanya suatu folklore semata, belum ada yang bi
sa memastikannya.
Terlepas dari itu semua, meskipun benda peninggalan
yang masih
tersisa saat ini hanyalah berupa sebuah batu “putu
k”, namun tetaplah
menarik untuk ditelusuri keberadaannya.
B. Tujuan penulisan
Karya tulis ini difokuskan pada keberadaan batu put
uk yang
merupakan salah satu dari beberapa peninggalan bers
ejarah yang ada di Desa
Wonodadi, Kecamatan wonodadi, Kabupaten Blitar.
Sesuai dengan focus dari karya tulis ini, maka tuju
an dari penulisan ini antara
lain adalah :
1) Untuk menggali sejarah , budaya dan potensi desa.
2) Untuk memotivasi masyarakat dalam memberdayakan p
otensi desa demi
kepentingan umum.
3) Menambah kekayaan khasanah budaya khususnya di Ka
bupaten Blitar.
C. Rumusan masalah
Apabila kita berbicara tentang sejarah terutama yan
g berkaitan dengan
suatu kisah atau cerita tentu saja tidak akan perna
h terlepas dari peristiwa-
periatiwa sejarah yang terjadi pada masa lampau. Al
asanya, peristiwa-
peristiwa dan kejadian-kejadian yang telah terjadi
di masa lampau itu
meningggalkan jejak-jejak.
Diantara jejak-jejak itu dapat diperoleh dari penin
ggalan benda-benda
kebudayaan seperti halnya benda peninggalan yang be
rupa batu “Putuk” yang
menurut cerita adalah peninggalan dari Prabu Anglin
g Dharma..
3
Terkait dengan hal tersebut diatas, maka penulis me
rumuskan
permasalahan :
1. Bagaimanakah asal mula keberadaan batu putuk di D
esa Wonodadi?
2. Apakah kaitannya antara kisah Prabu Angling Dharm
a dengan batu putuk
di Desa Wonodadi?
D. Manfaat penulisan
a) Secara Teoritis
Karya tulis ini diharapkan dapat memperkaya wawasan
masyarakat
terhadap benda-benda bersejarah peninggalan masyara
kat yang
terdahulu,sehingga mampu melestarikannya dengan car
a yang
semestinya.
b) Secara Praktis
1. Untuk Peneliti
Melalui tulisan ini diharapkan bisa menambah wawasa
n
pengetahuan bagi penulis, khususnya tentang benda-b
enda sejarah
peninggalan masyarakat terdahulu berikut kisah-kisa
h yang
mengiringinya. Dengan demikian penulis terus terpac
u untuk
menyingkap segala rahasia yang ada dari cerita-ceri
ta yang tumbuh
subur di masyarakat dengan mengaitkan cerita-cerita
tersebut
dengan tinjauan pustaka ataupun referensi yang tela
h ada.
2. Untuk Masyarakat
Melalui tulisan ini, diharapkan dapat memberi tamba
han wawasan
bagi masyarakat luas tentang keberadaan batu putuk
yang dianggap
sebagai peninggalan Angling Dharma. Dengan demikian
masyarakat akan lebih menyadari bahwasanya benda-be
nda yang
ada di sekitarnya terutama yang termasuk pada benda
bersejarah
untuk dapat ikut serta dalam pelestariannya.
3. Untuk Instansi
Penulisan mengenai peninggalan yang ada di Desa Won
odadi ini
diharapkan bisa memberikan motivasi bagi lembaga /
instansi
terkait untuk lebih memberikan perhatian khusus, se
hingga
4
kedepan benda-benda bersejarah yang ada di sekitar
kita namun
dianggap tidak memberikan nilai ekonomi bagi warga
tetaplah
lestari atau bahkan lebih dari itu, meski benda ter
sebut awalnya
kurang menarik,tetapi diberi nilai tambah sehingga
tidak hanya
benda tersebut tetap terjaga namun juga mampu membe
ri tambahan
ekonomis bagi warga sekitar dan instansi. Selain da
ripada itu, jika
saja benda-benda bersejarah tersebut diabaikan, tid
ak mungkin
tidak benda-benda tersebut akan hilang nilai sejara
hanya dan
dianggap sebagai benda biasa oleh masyarakat yang a
kan datang.
5
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Guna mempermudah pemahaman dan menghindari kesalaha
n dalam
memahami istilah-istilah dalam judul tulisan ini, m
aka penulis akan memberikan
penjelasan baik secara konseptual maupun secara ope
rasional.
A. Secara Konseptual
1. Jejak-jejak sejarah
Sejarah merupakan suatu peristiwa atau kejadian yan
g telah terjadi
pada masa lampau dalam kehidupan manusia. Peristiwa
-peristiwa yang
telah terjadi pada masa lampau itu tentu meninggalk
anjejak-jejak
sejarah agar peristiwa tersebut dapat diketahui ata
u disampaikan kepada
generasi berikutnya. Namun, menemukan jejak-jejak s
ejarah masa
lampau itu adalah pekerjaan yang tidak mudah sebab
peristiwa itu telah
terjadi ratusan tahun bahkan ribuan tahun sebelumny
a dimana
masyarakatnya belum mengenal tulisan. Meski demikia
n, terdapat
beberapa hal yang dapat membantu menemukan jejak-je
jak sejarah
yang terjadi pada masa lampau, yaitu melalui folklo
re, mitologi,
legenda, upacara, dan juga lagu-lagu daerah.
2. Sejarah dan perannya
Kata Sejarah secara etimologis, berasal dari bahasa
Arab
“Syajarotun” yang berarti pohon. Maksudnya adalah p
ohon yang terus
berkembang dari tingkat yang sangat sederhana ke ti
ngkat yang lebih
kompleks atau ke tingkat yang lebih maju.
Sehingga sejarah berarti pertumbuhan, asal-usul, ke
turunan, dan
silsilah. Hal itu bisa dilihat pada silsilah raja-r
aja yang seperti gambar
pohon dari sederhana berkembang menjadi besar.
Dalam bahasa Belanda, istilah Sejarah ialah geschie
denis yang
artinya terjadi, sedangkan dalam bahasa Inggris kat
a sejarah disebut
history yang artinya masa lampau sehingga sejarah m
embicarakan
kejadian manusia pada masa lampau.
 
iv
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah
SWT, berkat rahmat dan
karunia-Nya, karya tulis berjudul "Situs Sejarah An
gling Darma yang
Terlupakan" ini dapat terselesaikan. Sholawat serta
salam semoga senantiasa
abadi tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang tel
ah membawa kita
kepada zaman yang penuh dengan cahaya iman yakni ag
ama Islam. Semoga kita
mendapat syafaatnya. Amien.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada :
1. Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemda Kab Blitar.
2. Bapak Samsul Ma’arif S.H, M.Si selaku Camat Wonod
adi.
3. Bapak Purnomo,B.A selaku Kepala Desa Wonodadi
yang pada tahun 2011 ini telah memberi kesempatan p
ada penulis untuk
menyingkap sedikit tabir tentang kisah Angling Dhar
ma berikut peninggalan yang
diyakini oleh masyarakat Desa Wonodadi dan sekitarn
ya pernah berada di
wilayah tersebut.
Penulisan sejarah desa / kelurahan ini dimaksudkan
untuk memberikan
wawasan sekitar jejak sejarah Angling Dharma sebaga
i kisah, sehingga jika
memang nantinya dinilai memungkinkan, bisa jadi pem
erintah melalui pihak-
pihak yang terkait akan menindaklanjuti yaitu deng
an menggali potensi budaya
yang berkembang di desa yang bersangkutan.
Kami berharap, karya tulis ini dapat memberikan sum
bangan yang berarti
sebagai usaha dalam memperoleh jati diri bangsa.
Kami menyadari bahwa karya tulis ini tidak luput da
ri bebagai
kekurangan, sehingga masih perlu ditingkatkan mutun
ya. Oleh karena itu, saran
dan kritik yang membangun dari berbagai pihak, sang
at kami harapkan.
Wonodadi, 24 Juni 2011
Penulis,
Luqvi Handayani, S.Ip
v
DAFTAR ISI
HALAMAN COVER............................................................... i
HALAMAN JUDUL................................................................ ii
HALAMAN PENGESAHAN..................................................... iii
KATA PENGANTAR.............................................................. iv
DAFTAR ISI......................................................................... v
ABSTRAKSI......................................................................... viiI
BAB I : PENDAHULUAN
A.Latar Belakang.................................................... 1
B. Tujuan Penulisan............................................. 2
C.Rumusan Masalah............................................ 2
D.Manfaat Penulisan.............................................
BAB II : KAJIAN PUSTAKA
A.Secara Konseptual.............................................. 5
B. Secara Operasional...............................
....................... 8
BAB III : METODE PENELITIAN
A.Pendekatan Rancangan Penelitian........................... 9
B. Kehadiran Peneliti................................................. 1
0
C.Lokasi Penelitian............................................
......... 10
D.Sumber Data......................................
..........................10
BAB IV : LAPORAN HASIL PENELITIAN
A. Pengembangan Topogafi Wilayah........................... 16
B. Paparan Hasil Penelitian.......................................
... 23
vi
BAB V : PEMBAHASAN
BAB VI : PENUTUP
A. Kesimpulan ........................................................
... 36
B. Saran............................................
........................... 36
DAFTAR PUSTAKA.....................................
.............................................. 38
LAMPIRAN...........................................
...................................................
....39
vii
ABSTRAKSI
Setiap segala hal yang ada di bumi ini pasti ada aw
al mulanya. Tidak
terkecuali dengan keberadaan desa Wonodadi lengkap
dengan situs Angling
Dharmanya. Situs tersebut telah berada di tengah-te
ngah masyarakat beratus tahun
lamanya, namun tidak ada yang dapat mennceritakan s
ecara pasti kapan mulai
muncul dan bagaimana riwayat tentang keberadaan bat
u “putuk” yang diyakini
masyarakat setempat sebagai peninggalan dari Prabu
Angling Dharma tersebut.
Hal ini berbeda dengan asal mula terjadinya Desa Wo
nodadi, yang diketahui oleh
beberapa warga masyarakat .
Sebenarnya, jika diruntut dari berbagai opini yang
tumbuh subur di
masyarakat dan berbagai cerita kolosal yang telah b
eredar di sarana komunikasi
(baik TV, internet maupun sumber-sumber referensi y
ang lain), sulit ditemukan
hubungan antara batu putuk dengan kisah dari perjal
anan hidup Prabu Angling
Dharma. Bahkan karena tidak adanya peninggalan tert
ulis, maupun sumber primer
yang berupa sumber lisan dari situs tersebut, sehin
gga wajar jika masyarakat di
sekitar Desa Wonodadi pada umumnya dan beberapa war
ga yang tinggal di dekat
batu putuk sulit untuk menjelaskan apa ada keterkai
tan antara cerita Angling
Dharma dengan batu tersebut. Sehingga kisah Angling
Dharma berikut batu putuk
sebagai petilasan lebih terkesan sebagai folklore a
taupun cerita rakyat.
Jika dilihat dari fakta yang ada di lapangan, penin
ggalan yang diyakini
oleh masyarakat Wonodadi tersebut hanyalah berbentu
k batu, namun kisah-kisah
non logis masih lekat di dalam kehidupan sehari-har
i mereka. Sehingga bisa
dikatakan bahwa kisah mengenai batu putuk dan Angli
ng Dharmanya ini
termasuk pada folklore dan cerita rakyat semata, me
skipun batu tersebut benar
keberadaannya.
Sebenarnya banyak diantara mereka memberikan kesak
sian bahwa
selain batu putuk tersebut, di Desa Wonodadi terdap
at beberapa peninggalan
bersejarah lainnya. Hanya saja hal tersebut tidak d
apat ditemukan pada saat ini.
Hal ini dikarenakan menurut cerita warga benda-ben
da bersejarah tersebut telah
diambil oleh dinas terkait, selain itu ada juga yan
g telah tertimbun oleh lahar
Gunung Kelud saat meletus babarapa tahun yang lalu.
viii
Khusus untuk batu putuk sendiri kondisinya saat ini
tidaklah begitu
istimewa. Namun demikian menurut beberapa narasumbe
r mengatakan bahwa
wilayah di sekitar daerah tersebut terkesan magis.M
eskipun hanya berupa batu
putuk, namun andaikan pihak terkait ingin melestari
kan peninggalan tersebut, bisa
saja manjadikan area tersebut sebagai tempat tujuan
untuk refreshing , misalnya
dengan dibangunnya suatu obyek wisata. mengingat ba
tu tersebut terdapat di area
persawahan, sehingga masih ada cukup lahan yang dap
at digunakan sebagai daya
tarik (push factor). Tentu saja obyek wisata yang m
ampu menarik masyarakat
untuk mengunjungi area tersebut sehingga batu terse
but diketahui oleh masyarakat
luas, bukan hanya masyarakat di Desa Wonodadi, namu
n juga bagi warga di
sekitar desa tersebut.
Jika saja hal tersebut dapat terwujud, tidak tak mu
ngkin keberadaan batu
putuk tetap terawat, namun cerita tentang napak til
as Prabu Angling Dharma dan
kebenarannya akan semakin terkuak.
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejarah bukanlah hal yang asing di telinga masyarak
at kita. Namun
seperti kata pepatah “ Semut di seberang lautan tam
pak, namun gajah di
pelupuk mata tiada kelihatan”. Kadang peribahasa te
rsebut berlaku pada
sebagian masyarakat kita. Sebagai contoh, masyaraka
t akan lebih mudah
untuk menceritakan sejarah yang berkaitan dengan Ko
ta Bandung, akan tetapi
jika diminta untuk menceritakan asal mula dari desa
nya yang menjadi tumpah
darahnya belum tentu 10 porsen dari jumlah penduduk
di desa yang
bersangkutan dapat menerangkan secara terperinci da
n kronologis.Jadi
wajarlah kalau Bapak Ir .Soekarno (bapak proklamato
r, mantan presiden RI
yang pertama) pernah melontarkan “Jasmerah” (jangan
sekali-kali melupakan
sejarah).
Begitu banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dari
pembelajaran
sejarah, maka pengetahuan sejarah ini menjadi sanga
t penting dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak ada masyar
akat di dunia ini yang
tidak mengenal sejarah, walaupun tidak semuanya men
getahui bagaimana
kehidupan bangsa atau masyarakat terdahulunya.
Berkaitan dengan hal ini, khusus untuk wilayah Desa
Wonodadi,adalah wajar jika saja masyarakat sekarang
tidak banyak tahu
tentang sejarah desanya, terutama yang berkaitan de
ngan asal mula terjadinya
desa Wonodadi. Hal ini dikarenakan masyarakat terda
hulu tidak
meninggalkan bukti-bukti yang berupa peninggalan te
rtulis. Seperti halnya
situs Angling Dharma yang ada di desa ini.
Jika dilihat dari nama situs tersebut, tentu saja s
angatlah familiar di
telinga masyarakat umum, namun didalamnya terkandun
g banyak pertanyaan
yang bisa jadi sangat susah untuk dicari jawabannya
. Walaupun begitu tidak
ada salahnya jika ada sebagian masyarakat yang terg
erak untuk mencari tahu
4
kedepan benda-benda bersejarah yang ada di sekitar
kita namun
dianggap tidak memberikan nilai ekonomi bagi warga
tetaplah
lestari atau bahkan lebih dari itu, meski benda ter
sebut awalnya
kurang menarik,tetapi diberi nilai tambah sehingga
tidak hanya
benda tersebut tetap terjaga namun juga mampu membe
ri tambahan
ekonomis bagi warga sekitar dan instansi. Selain da
ripada itu, jika
saja benda-benda bersejarah tersebut diabaikan, tid
ak mungkin
tidak benda-benda tersebut akan hilang nilai sejara
hanya dan
dianggap sebagai benda biasa oleh masyarakat yang a
kan datang.
5
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Guna mempermudah pemahaman dan menghindari kesalaha
n dalam
memahami istilah-istilah dalam judul tulisan ini, m
aka penulis akan memberikan
penjelasan baik secara konseptual maupun secara ope
rasional.
A. Secara Konseptual
1. Jejak-jejak sejarah
Sejarah merupakan suatu peristiwa atau kejadian yan
g telah terjadi
pada masa lampau dalam kehidupan manusia. Peristiwa
-peristiwa yang
telah terjadi pada masa lampau itu tentu meninggalk
anjejak-jejak
sejarah agar peristiwa tersebut dapat diketahui ata
u disampaikan kepada
generasi berikutnya. Namun, menemukan jejak-jejak s
ejarah masa
lampau itu adalah pekerjaan yang tidak mudah sebab
peristiwa itu telah
terjadi ratusan tahun bahkan ribuan tahun sebelumny
a dimana
masyarakatnya belum mengenal tulisan. Meski demikia
n, terdapat
beberapa hal yang dapat membantu menemukan jejak-je
jak sejarah
yang terjadi pada masa lampau, yaitu melalui folklo
re, mitologi,
legenda, upacara, dan juga lagu-lagu daerah.
2. Sejarah dan perannya
Kata Sejarah secara etimologis, berasal dari bahasa
Arab
“Syajarotun” yang berarti pohon. Maksudnya adalah p
ohon yang terus
berkembang dari tingkat yang sangat sederhana ke ti
ngkat yang lebih
kompleks atau ke tingkat yang lebih maju.
Sehingga sejarah berarti pertumbuhan, asal-usul, ke
turunan, dan
silsilah. Hal itu bisa dilihat pada silsilah raja-r
aja yang seperti gambar
pohon dari sederhana berkembang menjadi besar.
Dalam bahasa Belanda, istilah Sejarah ialah geschie
denis yang
artinya terjadi, sedangkan dalam bahasa Inggris kat
a sejarah disebut
history yang artinya masa lampau sehingga sejarah m
embicarakan
kejadian manusia pada masa lampau.
 
 
                             

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar